BREAKING: Kapolres Pastikan Ada Warga Gowa Korban Pembantaian di Papua

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga

CELEBESMEDIA.ID, Gowa - Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, memastikan adanya warga asal Kabupaten Gowa yang menjadi korban pembantaian di Papua.

Kepada CELEBESMEDIA.ID, Kapolres Gowa mengatakan M Agus yang merupakan karyawan PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan jembatan termasuk dari 19 korban pembunuhan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Shinto menambahkan bahwa warga Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, itu dipastikan menjadi korban penembakan dan pembantaian KKB setelah mendapatkan informasi dari aparat keamanan yang bertugas di Papua.

Sebelumnya, keluarga korban masih ragu karena belum mendapatkan kabar dari tempat perusahaan pekerja. Mereka terus berusaha menghubungi keluarganya yang bekerja di sana sampai saat ini belum bisa didapatkan kabarnya.


Keluarga M Agus di Gowa / foto: Zul

Kemarin, Rabu (5/12/2018), aparat keamanan telah melakukan penyisiran di area Puncak Tabo, Distrik Yigi, Nduga, yang merupakan lokasi pembantaian. Di lokasi ini, ditemukan 15 jenazah. Rencananya, jenazah tersebut akan dievakuasi hari ini, Kamis (6/12/2018).

"Pagi ini evakuasi akan dilakukan setelah aparat keamanan berhasil tiba di lokasi kemarin sore,” kata Dandrem 172 PVY Kol Inf Binsar Sianipar kepada Antara.

Binsar menyatakan saat ini jasad-jasad itu dievakuasi ke Mbua. Selanjutnya, dari sana akan diterbangkan ke Wamena. Namun, untuk diterbangkan ke Wamena tergantung kondisi cuaca.

Selain mengevakuasi jenazah karyawan PT Istaka Karya, tim gabungan juga mengevakuasi delapan warga sipil, termasuk satu karyawan kontraktor proyek Trans Papua pembangunan jembatan di Nduga, PT Istaka Karya, yang selamat yaitu Jhoni Arung. Kondisi Arung dilaporkan sehat namun nampak masih trauma atas insiden yang dialaminya.

Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto yang telah berada di Timika menyatakan jasad-jasad yang telah ditemukan kemarin akan diidentifikasi di rumah sakit di sana.

“Nanti yang meninggal akan kita identifikasi, lalu diadakan perawatan semestinya dan selanjutnya akan kita kirim ke keluarga masing-masing," kata Ari.

Tim Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Jayapura bersama Tim Forensik Pusdokkes Polri pun disiapkan di Timika untuk melakukan identifikasi jenazah para korban tewas.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XII/Cendrawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah seluruh korban itu merupakan karyawan PT Istaka Karya yang diduga dibunuh oleh KKB. Sebab, identitas para korban itu belum teridentifikasi.

"Identitas korban meninggal dunia belum teridentifikasi sehingga belum bisa dipastikan apakah keseluruhan 15 korban tersebut adalah karyawan PT Istaka Karya," kata Dax.

Selain itu, tim gabungan TNI dan Polri masih terus melakukan pencarian para karyawan PT Istaka Karya lainnya. Sebab, berdasarkan laporan dari perusahaan, terdapat 24 orang karyawan yang terlibat dalam pengerjaan jembatan Kali Yigi.