Geledah Kantor Biro PBJ Sulsel, KPK Minta Sejumlah Dokumen Penting

Mardianto . 03-03-2021, 15:04
Kantoe Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel - (foto by Mardi)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Empat hari pasca Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK), KPK kembali menggeledah sejumlah kantor OPD lingkup Pemprov Sulsel.

KPK menggeledah kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Provinsi Sulsel, pada Kamis (3/3/2021). Setidaknya, ada 6 orang tim dari KPK yang menggeledah kantor yang dikepalai Sari Pudji Astuti itu.

Kabag Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Biro PBJ Sulsel, Asrul mengakui, Tim KPK meminta sejumlah dokumen penting terkait pengadaan barang dan jasa. 

Diakui Asrul, Tim KPK mengawali penggeledahan di ruangan Kelapa Biro PBJ Sari Pudji Astuti dan bagian layanan. Tim KPK datang ke kantor Gubernur Sulsel sekira pukul 10.00 WITA.

"Oh iye betul (digeledah). Tadi sekitar jam 10-an. Dikawal sama polisi. Ruangan Kepala Biro dan layanan (diperiksa)," kata Asrul.

Selama penggeledahan, pegawai tidak diperbolehkan memasuki ruangan saat penggeledahan. Akses keruangan Biro PBJ pun ditutup rapat.

"Saya tidak tau persis dokumen apa karena saya di LPSE nya. Pakai rompi KPK dan pakai batik (tim KPK-nya). Cuma dua ruangan. Dokumennya saya tidak tau," tandasnya.

Sehari sebelumnya, tim KPK juga menggeledah kantor Prof. Rudy Jamaluddin di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Dinas PUTR adalah kantor salah satu tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Suap dan Gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel TA 2020-2021, Edy Rahmat.

Saat penggeledahan di PUTR, tim KPK menyita 3 buah koper berisi dokumen. Dokumen itu diakui KPK ada kaitannya dengan OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Pada Senin, (1/3/2021) tim KPK juga menggeledah dua lokasi berbeda. Yakni, Rujab Gubernur Nurdin Abdullah dan Rumah tersangka Sekdis PUTR Edy Rahmat.

Dalam penggeledahan di dua lokasi itu, KPK menyita dokumen dan uang tunai.

Diketahui, penggeledahan sejak tiga hari terakhir ini masih rangkaian dari OTT Gubernur Nurdin Abdullah atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Suap dan Gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel TA 2020-202.

Tags :

Reaksi

Sedih 0%

Marah 0%

Senang 0%

Terkejut 0%

Guest

0 Comment