Ini Panduan Isolasi Mandiri Anak dari Kemenkes
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merilis panduan isolasi mandiri bagi anak dan remaja, Rabu (2/2/2022). Melansir laman kemkes.go.id, dijelaskan ada beberapa ketentuan yang mengharuskan anak mejalani isolasi mandiri di rumah, diantaranya anak yang dinyatakan positif Covid-19 namun tidak bergejala atau bergejala ringan atau jika tidak memiliki komorbid (penyakit bawaan) seperti jantung, obesitas, kanker, diabetes, ginjal menahun, autoimun ataupun kelainan bawaan. Anak yang telah kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi Covid-19 juga dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri hingga hasil tes Polymerase Chain Reaction(PCR) keluar dan dinyatakan negatif.
Dalam panduan tersebut dijelaskan hal – hal yang perlu diperhatikan selama anak melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal pertama yakni menyiapkan ruang isolasi mandiri. Ruangan tersebut harus memiliki ventilasi udada dan pencahayaan yang baik. Memiliki kamar mandi terpisah. Dilengkapi tempat sampah terpisahm fasilitas cuci tangan. Jika yang dinyatakan Covid-19 adalah anak dibawah umur yang masih sulit untuk tidur terpisah maka disarankan agar tempat tidur anak dijauhkan minimal 2 meter. Hal lain yang erlu diperhatikan menyiapkan peralatan makan anak yang harus dipisah begitupun dengan peralatan mandinya.
Sementara untuk pengasuh atau orangtua yang berjaga jika negatif Covid-19 maka harus menerapkan protokel kesehatan ketat sata merawat anak. Sedangkan jika ada anggota keluarga lain yang terkonfirmasi Covid-19 maka baiknya diisolasi bersama anak yang juga terkonfimasi Covid-19. Disarankan orang yang berjaga bukan kelompok lanjut usia atau yang memiliki komorbid.
Peran orangtua atau keluarga dalam merawat anak yang terpapar Covid-19 selama isolasai mandiri sangat besar. Dianjurkan untuk sering melakukan pemantauan suhu tubuh, frekuensi nafas, saturasi oksigen, dan gejala yang muncul serta kenali tanda bahaya saat isolasi mandiri. Jika terdapat salah satu gejala tanda bahaya segera menuju rumah sakit. Orangtua atau pengasuh juga diminta untuk memperhatikan pemberian obat dan memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi serta memantau aktivitas anak selama isolasi mandiri.
Menjalani isolasi mandiri bukan berarti anak hanya dapat berbaring di dalam rumah. Ada beberapa kegiatan yang dapat mereka lakukan, diantaranya melakukan aktivitas fisik ringan, berjemur sinar matahari pagi.
Pengasuh juga diminta tanggap jika anak yang menjalani isolasi mandiri mengalami gejala yang mesti mendapatkan perawatan khusus, diantaranta:
1. Anak banyak tidur, kurang aktif seperti biasanya, kesadaran menurun
2. Terlihat sesak/sulit bernapas: napas cepat, tersengal-sengal, hidung kembang kempis
3. Saturasi oksigen kurang dari 99 persen
4. Kejang
5. Mata merah, ruam, leher bengkak
6. Demam dengan suhu tubuh lebih dari 39 derajat Celcius selama 7 hari
7. Tidak bisa makan dan minum
8. Mata cekung
9. Buang air kecil berkurang
10. Bagi anak yang masih menyusui, anak tidak dapat menyusui/ minum.
Jika anak yang saat ini sedang isolasi mandiri dan belum mendapatkan pengobatan, dapat melakukan telekonsultasi dengan tenaga kesehatan (Puskesmas atau rumah sakit terdekat) atau melalui layanan daring melalui https://isoman.kemkes.go.id/index.html atau link lainnya.