235 Juta Data Pengguna Twitter Diduga Bocor

Ilustrasi - (foto by pixabay)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Peneliti keamanan siber menyebut data dari 235 juta pengguna Twitter bocor dan diunggah di forum online soal peretasan.

Pendiri Hudson Rock, firma keamanan siber asal Israel, Alon Gal, mengatakan kebocoran data itu  bisa berakibat pada peretasan, phishing dan doxxing, seperti yabg diberitakan ANTARA mengutip Reuters, Jumat (6/1/2023).

Gal pertama kali mengunggah kabar tersebut di media sosial untuk profesional LinkedIn pada 24 Desember. Dia belum memberikan tanggapan atas pertanyaan seputar kebocoran data sejak mengunggah informasi itu.

Pembuat situs notifikasi kebocoran data "Have I Been Pwned Troy Hunt" sudah melihat data yang bocor itu. Melalui Twitter, Hunt mengatakan bahwa data itu "kurang lebih seperti yang dijelaskan".

Smentara pihak Twitter belum berkomentar atas isu kebocoran data itu.

Mengutip Cybernews via GizChina, Kamis (5/1/2023), data yang bocor tersebut meliputi nama pengguna, alamat email, jumlah pengikut, dan tanggal pembuatan akun berukuran 63GB.

Basis datanya bahkan bersifat publik, memungkinkan siapa saja untuk mengunduhnya.

The Washington Post melaporkan peretasan tersebut kemungkinan terjadi pada akhir 2021 menggunakan celah Twitter yang memungkinkan orang luar dengan alamat email atau nomor telepon untuk menemukan akun apa pun di Twitter yang cocok dengan info tersebut. Pertanyaan ini dapat diotomatiskan untuk memeriksa nomor telepon dan alamat email dalam jumlah yang tidak terbatas.

.