Bernilai Ekonomis, Longwis Sejahtera Budidayakan Maggot

Camat Rappocini, Syahruddin - (foto by Darsil Yahya)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ada yang unik dari pengembangan perekonomian warga di Lorong Wisata (Longwis) Sejahtera atau biasa disebut Lontara Jl Tidung 2 Stapak 1 Kelurahan Bonto Makkio Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Jika biasanya warga di Longwis membudidayakan tanaman hidroponik atau ikan air tawar. Namun warga di Lontara membudidayakan belatung atau maggot (larva lalat black soldier fly).

Camat Rappocini, Syahruddin mengatakan memilih budidaya maggot karena memiliki nilai ekonimis bagi warga. "Alhamdullah kita sudah beberapa kali panen dan langsung tak lama setelah panen ada yang langsung beli untuk dipasarkan," kata Syahruddin kepada CELEBESMEDIA.ID, Kamis (27/10/2022).

Syahruddin mengungkapkan, maggot hidup ini dikembangbiakan untuk mengkomsumsi sampah. Proses konsumsi ini kemudian dapat digunakan untuk pakan ikan, pakan ternak, maupun burung bahkan juga untuk dijadikan obat tradisonal.

"Kita budidaya maggot kerena bernilai ekonomis. Harganya 1 kilogram maggot basah Rp10 ribu sedangkan 1 kilogram maggot kering Rp50 ribu,"ujarnya.

Sementara untuk proses budidayanya, Syahruddin mengaku cukup sederhana

manggot ini diberi makan dari sisa-sisa makanan yang di kumpul. Masa panennya pun 2 minggu sekali.

Media budidayanya juga terbilang sederhana hanya dibuatkan tempat dari karpet tebal kemudian di susun seperti rak dan diberi makan tiap hari.

"Perawatannya, Alhamdulillah cukup sederhana apalagi warga di lorong sudah dilatih untuk melakukan budidaya," ungkapnya.

Melalui program ini, kata Syahruddin pemerintah kota berupaya mengembangkan hal-hal yang terbaik untuk warga khsusnya pemberdayaan di dalam lorong.

"Hal-hal kecil seperti inilah yang saya katakan tadi jarang kita sentuh ternyata dengan mengumpulkan bahan-bahan makanan yang sudah tidak terpakai lagi bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonimis," tuturnya.

Sementara sisa sampah yang tidak tidak termakan oleh maggot dapat diolah sebagai eco enzim. Lontara ini adalah salah satu lorong unggulan Bonto Makio karena di dalam lorong semua terindegrasi baik itu UMKM, kegiatan pemuda, pendidikan paud dan kegiatan budidaya maggot.

Lontara merupakan salah satu lorong yang terletak di Jl. Tidung 2 Stapak 1 RT 01 RW 02 Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini dengan jumlah penduduk kurang lebih 139 Jiwa.

Terdiri dari 39 Kepala Keluarga (KK), laki-laki 70 Jiwa, dan perempuan 69 jiwa. Lorong ini memiliki lebar 3 meter dan panjang lorong 100 meter.

 Kelurahan ini dahulunya merupakan hamparan pesawahan yang ditengahnya terdapat gundukan tanah berbentuk bukit yang disebut dengan Bonto.

Disinilah Kepala Kampung memanggil (Makkio) warganya yang sedang bekerja di persawahan untuk menyampaikan Informasi-informasi penting bagi warganya.

Berdasar histori ini, warga Lontara bertekad mewujudkan filosofi Lorong ini sebagai “Bonto Makkio” (tempat memanggil dan sumber inspirasi) khususnya bagi pemuda-pemudi Kota Makassar untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.

Laporan : Darsil Yahya