LIPSUS: Lego-lego CPI, Temaram Dibuai Kawasan Bermandi Cahaya

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Center Poin of Indonesia (CPI),
sebuah kawasan di Makassar dengan luas 157,23 hektare.
CPI, Kawasan yang digadang-gadang akan menjadi ikon sebagai
kota baru yang sedang berkembang di Makassar.
Seluas 106,76 hektare lahan dari CPI dikelola swasta. Dalam
satu area sudah dilengkapi sekolah, universitas, tempat usaha dan perumahan.
Ibarat sebuah kota Mandiri.
Ada 111 unit ruko yang tebagi dalam 3 blok . Hampir semua
ruko dalam bisnis park tersebut sudah terisi
Selayaknya satu kota tentu juga terdadapat ratusan rumah.
Lokasi hunian yang disiapkan terbagi dari beberapa klaster. Satu klaster
terdiro dari 125 unit. Kata Penanggung Jawab City Management Ciputra, Yusran
sudah 45 persen dari rumah tersebut yang terisi.
"Kami anggap itu kota semacam kota percontohan. Kalau
mau dianggap kota baru, ya memang ini area baru. Karena kan belum ada hunian di
sini ( Makassar), yang berada di atas
air laut. Daratanya hasil reklamasi," jelas Yusran.
Saat malam, kawasan yang dikelola swasta bak mandi cahaya. Tiap bangunan diterangi lampu, termasuk jalur bagi pejalan kaki yang difasilitasi lampu jalan.
(Suasana Citraland CPI yang bermandi cahaya - foto by Firman)
Sedangkan untuk arena olahraga dan taman CPI berada di lahan yang dikelola pemerintah.
Sesuai konsep awal sebagai ruang terbuka
hijau dan tempat olahraga, pada lahan seluas 50,7 hektare itu terdapat wahana rock climbing dan ada taman yang luas.
Ada juga area bisnis tempat pedagang menjajakan jualannya, disebut Lego-lego.
Sayangnya, penerangan yang minim membuat kawasan itu sepi
pengunjung. Gerbang masuk lego-lego berhias rangka Tongkonan raksasa juga temaram
saat malam.
Lampu jalan? Bisa dihitung dengan jari, itu pun sudah mulai redup. Masjid 99 Kubah yang berdesain indah juga tidak dapat menampakkan kemegahannya karena minimnya pencahayaan.
(Lego-lego CPI minin cahaya - foto by Fikar)
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang
Pemprov Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengakui jika penerangan di kawasan yang
dikelola Pemprov masih minim pencahayaan. Alasannya pengerjaan lahan tersebut
dilakukan secara parsial.
"Untuk penerangan belum jumlah secara keseluruhan,
karena lebih ke parsial-parsial mulai kawasan mesjid, dan nanti ada Taman
Andalan juga masuk," ucapnya kepada CELEBESMEDIA.ID, Jumat (16/6/2023).
Tim Redaksi CELEBESMEDIA