Aktivis Ungkap 3 Cara Tekan Angka Kekerasan Anak

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Hampir di seluruh kota-kota besar yang ada di Indonesia mengalami peningkatan kasus kekerasan anak. Salah satunya di Makassar.
Aktivis Hak Anak, M Ghufran H Kordi K mengatakan hampir setiap tahunnya kasus kekerasan pada anak mengalami peningkatan. Kasus yang paling marak ditemui diantaranya kekerasan non fisik yakni bullying atau perundungan di sekolah.
"Data yang ada di kota Makassar yang dikumpulkan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) mencatat angka-angka kasus kekerasan pada anak meningkat," ucap Ghufran kepada CELEBESMEDIA.ID, Kamis (1/6/2023).
Selain perundungan, kasus kekerasan fisik dan seksual mendominasi dari 183 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang periode Januari - Mei 2023.
"Diangka seratus lebih itu, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang paling sering terjadi kekerasan non fisik seperti bullying, terus kekerasan fisik dan kekerasan seksual," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Ghufran, salah satu upaya memutus mata rantai kekerasan terhadap anak secara perlahan, yakni dengan penguatan sistem dalam keluarga.
"Orang-orang yang dekat dengan anak pelakunya biasa keluarga, tetangga, teman jadi memang sistem di keluarga harus diperkuat," tandasnya.
Setelah sistem dalam keluarga sudah kuat, kemudian peran pihak sekolah bagaimana setiap guru-guru dapat mendidik muridnya menjadi lebih baik dengan mengedukasi untuk tidak menggunakan cara-cara kekerasan.
"Begitupun di lingkungan masyarakat dengan melibatkan para tokoh masyarakat seperti RT/RW, kepala desa maupun dusun untuk selalu menciptakan keamanan di lingkungannya," tutupnya.
Laporan : Ardi Jaho