Nelayan Barombong Sering Didata, Bantuan Belum Ada

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Daerah Pallannasang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, merupakan salah satu daerah di Kota Makassar yang biasa disebut sebagai Kampung Nelayan.
Daerah tersebut sangat gampang dikenali. Kampung Nelayan ini terletak di sebelah kiri jembatan Barombong, jika melintas dari arah Makassar menuju Gowa. Puluhan bahkan ratusan kapal atau perahu nelayan dengan berbagai ukuran nampak berjejer.
Beberapa nelayan terlihat berada di atas perahunya sedang membersihkan perahu mereka. Ada juga yang baru tiba dari melaut dan menjual tangkapannya ke pengepul ikan.
Serta ada juga yang sementara mempersiapkan segala peralatan untuk bersiap-siap ke laut mencari ikan.
Salah satun nelayan yang baru akan pergi melaut adalah, Gassing Dg Kulle (47). Bersama 6 rekannya, ia menaikan puluhan jerigen yang berisi bahan bakar solar ke perahu atau Jolloro miliknya.
Gassing Dg Kulle mengaku bersiap-siap akan menuju pulau Kalimantan yakni di Kalimantan Timur atau kadang di Kalimantan Selatan. Di sana ia dan rekannya biasanya mencari ikan.
Dia mengaku sekali keluar melaut butuh waktu total 12 hari. Rinciannya, 2 hari perjalanan (Pulang-Pergi) dan 10 hari mencari ikan di laut.
Butuh waktu sekitar 15 jam perjalanan untuk sampai ke wilayah yang ia tuju. Itupun jika tak menemui kendala. Seperti cuaca buruk atau gangguan mesin. Namun jika mengalami kendala maka akan lebih lama lagi sampai ketujuan.
"Sekali melaut itu kadang dapat 1 ton atau lebih," ucap Gassing Dg Kulle.
Dia menjelaskan 1 ton ikan itu jika dinominalkan mencapai Rp20 - 30 juta. Harganya dapat berubah tergantung cuaca saat melaut.
Ikan yang ia dapat pun bervariatif seperti ikan kakap, cepa dan lamaru. Hasil tangkapannya pun kadang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Beba, Galesong atau Paotere, Makassar.
Pria yang sudah 30 tahun berprofesi sebagai nelayan ini mengaku menyiapkan sekitar 300 liter solar untuk sekali melaut. Ia juga menyebut harga solar bisa mempengaruhi pendapatan mereka.
"Kalau harga solar naik, kita setengah mati lagi pergi melaut, karena pengeluaran juga bertambah," tuturnya.
Selain itu, ia mengeluhkan mengenai pendataan dari pemerintah soal bantuan kepada nelayan. Ia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan tersebut, meski sudah sering didata.
"Kita sering didata katanya ada bantuan, kita sudah setor KK dan KTP tapi sampai sekarang tidak pernah ada itu bantuan," keluhnya.
Dia pun berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka dengan memberikan bantuan berupa mesin, subsidi solar dan tempat untuk menyimpan ikan hasil tangkapan mereka.
"Kita ini sebagai nelayan berharap ada bantuan mesin atau fiber buat tempat ikan, jadi bisa digunakan untuk menyimpan es buat ikan yang kita dapat," ujarnya.
(Dasril Yahya)
Download aplikasi celebesmedia.id di Appstore dan Playstore.
Follow dan Add juga Sosial Media Celebesmedia.id di Instagram, Twitter, Facebook & Youtube.