Pengamat Sebut ASO Mager, Setengah Hati Menjanji
CELEBESMEDIA.ID,
Makassar - Setengah hati menjanji mengakibatkan masyarakat setengah Mmti
Menunggu. Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat komunikasi Aswar Hasan.
Kalimat ini dilontarkannya terkait program Analog Switch Off (ASO) yang hingga
kini belum juga berjalan.
"Masyarakat sudah 2 kali dijanji secara konstitusional,
dan dijanji dalam bentuk jadwal agenda tapi janji itu tidak dilaksanakan,
dengan kata lain, ada semacam setengah hati, setengah hati dalam proses ASO,
mengakibatkan setengah mati, yang setengah mati ini kita para masyarakat yang
dijanji-janji, " Ucapnya saat menghadiri acara Obrolan Karebosi Celebes TV,
Kamis, (25/05/2023) malam.
ASO di wilayah Sulsel 1 sudah 3 kali ditunda. Semula
diagendakan di bulan April 2022, kemudian dialihkan ke Desember 2022, namun
ditunda lagi hingga Mei 2023, dan lagi-lagi ASO seolah tak bergerak alias
mager, dan kembali ditunda hingga Juni mendatang.
Ketua KPID Irwan Ade mengakui jika pemberlakuan ASO di
Sulsel-1 memang telah beberapa kali tertunda. Salah satu alasannya, kata Irwan pendistribusian
STB yang belum mencapai 90 persen.
Wilayah Sulsel 1 yang menyebabkan ASO Mager adalah
masyarakat harus diinstalkan, tidak hanya dibagikan saja, namun harus
dipasangkan,” jelas Irwan Ade dalam Obrolan Karebosi, Kamis malam.
Menimpali hal tersebut Aswar Hasan kemudian mengatakan,
bahwa dalam hal ini pemerintah sedari awal seharusnya gencar memberikan sosialisasi
dan edukasi terkait bimbingan teknis perangkat ASO tersebut.
"Selama 2 tahun apa yg di lakukan pemerintah setelah
undang-undang terkait ASO disahkan, seharusnya dari awal pemerintah gencar
mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait bimbingan teknis,
bagaimana memasang perangkat STB di televisi masing-masing, sehingga pada saat
pendistribusian, tidak ada lagi masalah terkait terhambatnya ASO tersebut,"
kata Aswar Hasan.
Tak hanya sampai disitu, Pengamat Komunikasi tersebut juga
mengungkapkan pemerintah dan penyelenggara penyedian perangkat multipleksing
(MUX) yang menyediakan STB saling lempar
tanggung jawab.
Aswar Hasan pun berharap tidak ada lagi penundaan terkait
penyelenggaraan ASO ini, karena masyarakat sudah berkali-kali kecewa tarkait
adanya penundaan yang berulang-ulang terjadi, dengan alasan yang sama, yaitu
pendistribusian yang belum terbagi secara merata dan tidak mencapai target.
" Jangan sampai penundaan terus terjadi secara
berlarut-larut, karena berdasarkan data di negara asia tenggara yang belum
terdigitalisasi itu hanya 2 negara, yaitu Indonesia dan Timor Leste, kita sedih
mendengarnya, jadi jangan sampai ada penundaan-penundaan lagi yang menyebabkan
masyarakat terus merasakan kekecewaan," tutupnya.