KWIM Makassar Gelar Dzikir Bersama Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Beragam cara digelar umat muslim dunia untuk menyambut perayaan maulid Nabi Muhammad SAW.

Perayaan ini sebagai bentuk suka cita memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Di Makassar, puluhan perantau asal Maluku yang tergabung dalam Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Makassar memperingati salah satu hari penting bagi umat muslim ini dengan dzikir bersama.

"Rangkaian acaranya diawali dengan barzanji, syarrafal anam diiringi dengan dzikir, rebana dan diakhiri dengan ceramah agama," kata Ketua Panitia Acara, Salama Kaplale disela-sela acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Asrama Putri Maluku, Jl. Tupai Makassar, Rabu (20/10/2021).

Salama Kaplale menyebut, peringatan maulid Nabi tahun ini juga sebagai bentuk kecintaan tehadap Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan umat Islam.

"Di dalam hadist, disebutkan bahwa barangsiapa yang mencintai sunnah maka padanya akan mendapat syafaat. Dan inilah salah satu caranya," lanjutnya.

Kali ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengusung tema 'Perkuat Ukhuwah Islamiyah untuk Indonesia Hebat dan Sehat. Tema tersebut, dinilai selaras dengan kondisi kekinian.

"Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, dimana Covid-19 masih menjadi hal yang terus kita perangi. Semoga kita dengan momentum ini, bisa memetik hikmah dan syafaat," tutur Salama.

Sementara itu, Ketua Umum Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM), Prof. Dr. Sadly AD, MPA menyebut, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum untuk membumikan kembali ketauladanan Rasulullah terutama bagi kalangan milenial.

"Dalam hal ini banyak manfaat dari beliau Muhammad SAW. Karena beliaulah sebagai panutan dan syafaat di hari kemudian sehingga setiap hari kelahirannya kita peringati sebagai bentuk kebahagiaan kita sebagai umat islam. Sebagai panutan dan sebagai syafaat bagi kita umat seluruh manusia," kata Prof. Dr. Sadly AD, MPA.

Saat ini, kata Prof Sadly penting untuk kembali meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad. Terlebih, pengaruh modernisasi saat ini dinilai telah banyak menggerus nilai-nilai moral dan etika ketimuran bangsa Indonesia.

"Dalam kondisi kekinian, tentu penting agar meneladani sifat-sifat nabi. Teladan bagi anak-anak muda bagi generasi lanjut, seluruh umat manusia karena Nabi Muhammad adalah rahmatan lil alamin, rahmat untuk seluruh manusia," tutupnya.