Pengamat Epidemiologi: Makassar Recover Harusnya Libatkan Ilmiawan

Prof. Najib Bustan, ahli epidemiologi- (foto by: PrivateFile)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Program Makassar Recover yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar untuk menangani laju kasus Covid-19 di Makassar menuai berbagai kritikan.

Salah satu kritikan tersebut terkait integrasi antara Satgas Covid-19 di Makassar dengan pelaksana program Makassar Recover yaitu Tim Satgas Detektor.

Prof. Najib Bustan, ahli epidemiologi mengungkapkan bahwa yang menjadi masalah tidak terhubungnya data yang telah dikumpulkan oleh Tim Satgas Detektor dengan data yang telah menjadi pelaporan ke tingkat nasional.

Selain itu ia juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat ilmiah yang selama ini memberikan kritikan melalui media massa harus segera diintegrasikan dalam program Makassar Recover tersebut.

“Kita tidak melihat semacam dewan konsul atau semacamnya yang memberi kesempatan kepada masyarakat ilmiah ini untuk memberikan  kritik, jadi para ilmiawan-ilmiawan hanya memberikan kritik dari jauh saja atau lewat media massa yang dianggap sebagai kritikan pedas atau bagaimana yang itu sebenarnya kritikan yang membangun,” jelas Prof. Najib Bustan dalam program Obrolan Karebosi Celebes TV, Senin (12/7/2021).

Menurutnya pakar keilmuan dari perguruan tinggi, kesehatan hingga ahli epidemiologi sangat diperlukan dalam program Makassar Recovery.

“Kita perlu masyarakat ilmiah dari perguruan tinggi pendidikan, kita perlu epidemiologi, saya tidak mendengar bahwa masyarakat ilmiah ini masuk dalam struktur ataupun langsung maupun tidak langsung dalam Makassar recover ini,”

Begitupun dengan masalah data. Prof Najib tidak yakin bahwa data yang ada di Makassar Recover yang ditemukan oleh tim detektor di lapangan akan terhubung dengan sistem data satgas yang sudah menjadi baku untuk pelaporan ke daerah sampai ke nasional.

Tidak adanya integrasi lintas sektoral ini juga berdampak pada belum tersedianya tempat isolasi bagi pasien Covid-19 pun.

 

Laporan: Lutfiah (UINAM)