Versi PDAM, Penerimaan Pegawai Prosedural dan Transparan

Kabag Humas PDAM Kota Makassar, Muhammad Idris Tahir - (foto by: dok. Celebesmedia)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar melalui Kabag Humas PDAM Kota Makassar Muhammad Idris Tahir, angkat bicara terkait banyaknya tudingan yang menyebut PDAM Kota Makassar membuat rekrutmen pegawai kontrak atau honor hanya formalitas. 

Ia membantah tudingan tersebut. Idris mengatakan tahapan rekrutmen pegawai kontrak di PDAM Kota Makassar sudah sesuai dan melalui tahapan verifikasi yang sangat ketat.

"Tidak seperti itu (bukan formalitas) yang jelas kita membuat rekrutmen ini mengajak semua orang yang sesuai persyaratan untuk mendaftar. Jadi kalau perekrutan ini dilakukan dianggap cuman sekedar formalitas belaka tidak usah bikin begituan (rekrutmen) karena buang-buang saja biaya. Semua itu sudah melalui tahapan yang jelas dan segala hal yang menyangkut persyaratan kita verfikasi faktual berkas yang masuk," ucap Muhammad Idris Tahir kepada CELEBESMEDIA.ID, Jum'at (4/3/2022).

Idris Tahir juga mengatakan jika Penjabat (Pj) Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Beni Iskandar membuka penerimaan calon pegawai PDAM Makassar secara umum dan dilakukan secara transparan yang tiap tahapannya diumumkan ke publik.

"Bahkan Pak Dirut, Beni Iskandar memberikan warning kalau ada sogok menyogok atau yang coba cari bekingan untuk masuk di PDAM biar dia lulus kita akan diskualifikasi," ujarnya.

Apalagi sebelumnya, kata Idris Tahir, marak informasi jika ingin masuk di PDAM Kota Makassar harus bayar atau melakukan sogok menyogok.

"Sehingga kita lakukan assessment ulang pegawai yang sudah ada. Kita cari yang memang punya kemampuan dan selama dia bekerja mengatahui apa pekerjaannya dan mengetahui cara bekerja yang baik itu akan kita pilah-pilah makanya kita assessment ulang supaya tidak ada lagi yang mengatakan masuk di PDAM sogok menyogok," jelasnya.

"Jadi kalau ada yang mengatakan cuman formalitas kemungkinan saat tahap seleksi pemberkasan mereka tidak lulus sehingga dia mulai wacanakan bahwa rekrutmen ini cuman formalitas saja," sambungnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan beberapa hal yang membuat calon pegawai kontrak tidak lulus disebabkan karena mereka tidak melengkapi berkas persyaratan rekrutmen pegawai.

"Mereka yang tidak lulus itu karena berkasnya tidak lengkap seperti berkasnya tidak ditandatangani, SKCK-nya sudah kedaluwarsa, mengabil surat keterangan sehat di klinik swasta terus ijazah tidak ditranskrip itu yang membuat mereka rata-rata tidak lulus," jelasnya.

Selain itu, banyak juga peserta yang tidak lulus karena kurang teliti. 

"Contoh misalnya dipermohonan dia tuliskan bersama ini kami lampirkan 9 lampiran ternyata saat kita diperiksa cuman 6 lampiran atau sebaliknya itu didugugurkan juga karena mereka tidak teliti, jadi belum kerja dia sudah tidak teliti," tandasnya.

Mengenai tudingan, kejanggalan pengumuman nomor peserta yang cuman terdapat tiga digit, pihaknya juga membantah jika ada permainan nomor peserta yang diluluskan.

"Memang tidak ada nomor peserta yang 1000an yang lulus karena yang lulus pemberkasan dan diminta untuk datang mengambil nomor test sejumlah yang lulus itu (872) bukan 4000 yang diminta test yang lulus berkas dan masuk ketahap selanjutnya itu yang diberi nomor test, itu mi yang tiga digit, tidak bisa sampai empat digit karena cuman 800an yang lulus," tutupnya.

(Laporan : Darsil Yahya)