Kondisi 2 Pasien Positif Corona di Jakarta Membaik

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kondisi kedua pasien yang
terjangkit Virus Corona (Covid-19) sudah mulai membaik. Hal itu diungkapkan
oleh Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Achmad
Yurianto.
Dilansir CELEBESMEDIA.ID dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Achmad mendapat informasi melalui sambungan telepon
dengan Dirut RS Penyakit Infeksi Sulianto Saroso, Mohammad Syahril.
“Kondisinya (kedua pasien positif Covid-19) lebih bagus
daripada yang kemarin. Jadi sudah tanpa keluhan apapun tetapi masih harus tetap
diisolasi karena confirm positif Covid-19,” katanya pada Konferensi Pers di
Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
dr. Ahmad menceritakan salah satu pasien berusia 61 tahun
suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat celcius dengan keluhan batuk. Pasien yang
satunya lagi yakni putrinya berusia 31 tahun pun saat itu dalam kondisi baik
Secara detail, dr. Ahmad menjelaskan bahwa kedua pasien itu
tinggal dalam satu rumah. Dalam satu rumah ada 4 orang, yakni ibu, 2 anak, dan
satu pembantu. Yang tertular adalah anak yang kedua dan sang ibu.
Pada tanggal 14 Februari sang anak berusia 31 tahun janji
bertemu dengan teman-temannya dengan hobi yang sama untuk pesta dansa, ada
sekira 50 orang yang ikut pesta tersebut dari berbagai negara. Dia berdansa
dengan salah satu warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia.
Pada tanggal 16 Februari dia mengeluhkan batuk, sedikit
demam, dan lemas. Sejak itu dia berobat rawat jalan dan ditemani ibunya. Namun
pada tanggal 20 Februari ibunya ikut sakit yang akhirnya mereka memutuskan untuk
dirawat di rumah sakit pada tanggal 26 Februari.
Tanggal 28 Februari salah satu teman dansa sang anak
mengabarkan bahwa dirinya confirm positif Covid-19. Lantas sang anak langsung
mengabarkan kepada dokter yang merawatnya dan dokter tersebut langsung
memutuskan untuk memindahkan dia dan ibunya ke RS Sulianti Saroso.
“Maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah contact
tracing. Kami tahu alamat dan sebagainya terkait pasien. Kami meminta Dinkes
setempat untuk melaksanakan contact tracing. Yang pertama adalah 2 orang yang
serumah dengan pasien, dan hasilnya negatif tanpa keluhan apa-apa, pembantu dan
kakaknya sehat dan negatif,” kata dr. Ahmad.
Contact tracing terhadap teman-temannya yang ikut pesta
dansa pun sedang dilakukan. “Ini yang agak repot, karena tidak semuanya
(peserta dansa) akrab dengan pasien dan tidak diketahui alamatnya. Kami sedang
mencari dan meminta otoritas kesehatan dari pemerintah kesehatan untuk
melakukan tracing,” katanya.
Hingga saat ini belum ditemukan seluruh peserta yang ikut
pesta dansa karena tidak semuanya masih berada di Jakarta atau daerah
sekitarnya. Namun sudah ada dua orang yang ditemukan dan mereka tidak
menunjukkan keluhan apapun, dan setiap peserta pesta dansa yang ditemukan akan
menjadi Orang dalam Pemantauan.