Gubernur Target Jalan Bua - Rantepao Tuntas 2019

CELEBESMEDIA.ID, Luwu - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin
Abdullah memutuskan jalur jalan Bua -Pakkalolo - Bastem - Rantepao sebagai
jalan poros yang bakal menghubungkan Bandara Bua di Kabupaten Luwu dengan
Rantepao di Kabupaten Toraja Utara. Jalan sepanjang 38 kilometer itu bakal
menggantikan jalur Palopo -Lebang - Rantepao sepanjang 68 kilometer, yang rawan
longsor.
"Inshaallah akhir tahun ini terwujud. Akses ke Toraja
jadi lebih dekat. Selain itu, perekonomian di Kawasan Luwu Raya seperti Luwu,
Palopo, Lutim dan Lutra juga bakal berkembang pesat," kata Nurdin Abdullah
saat meninjau akses jalan di kawasan Pemandian Pakkalolo, Kabupaten Luwu, Rabu
(29/5).
Gubernur meninjau dua jalur alternatif dari Bandara Bua
menuju Rantepao didampingi Bupati Luwu Basmin Mattayang. Jalur pertama yang
ditinjau Bua - Lehoke ternyata cukup terjal dan membutuhkan banyak pembebasan
lahan. Sementara jalur kedua melalui kawasan Pemandian Pakkalolo, justru lebih
memungkinkan karena tak perlu banyak pembebasan lahan dan jalur lebih landai.
Jalan poros yang ditargetkan selesai akhir tahun 2019 itu
bakal memangkas waktu tempuh dari Luwu ke Tana Toraja. Jika jalur yang ada saat
ini harus ditempuh sekitar 1,5 jam hingga 2 jam dan rawan longsor. Jalur baru
yang direncanakan dua lajur dan empat lajur itu bakal membutuhkan waktu tempuh
sekitar 45 menit hingga 1 jam.
Keuntungan kedua, jalur tersebut juga bakal membuka wilayah
Bastem yang terisolir. Termasuk bakal menggenjot perekonomian di Kawasan Luwu
Raya.
Jika jalan sudah jadi, maka Bandara Bua bakal dijadikan
bandara hub atau bandara penghubung untuk wilayah Luwu Raya, Toraja, dan bahkan
wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, juga Sulawesi Tenggara.
"Landasan pacu Bandara Bua bakal kita perpanjang.
Terminal penumpang juga diperbesar. Presiden Jokowi saat datang ke Bandara Bua
juga sudah setuju bandara diperbesar," kata Nurdin dalam rilis yang
diterima redaksi CELEBESMEDIA.ID, Kamis (30/5/2019).
Bandara Bua nantinya juga bakal menjadi bandara
alternatif bagi turis yang hendak ke Toraja. Sebab Bandara Makale yang teretak
di kawasan pegunungan seringkali tertutup awan. Jika kondisi buruk di Bandara
Makale, maka Bandara Bua bakal menjadi bandara alternatif bagi penerbangan.