Ratusan HP Lolos Masuk Rutan Makassar, Prof Aminuddin Ilmar: Kemungkinan Ada Persekongkolan

Barang bukti HP yang lolos masuk ke Rutan Makassar - (foto by Mardi)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ratusan barang pribadi milik wargan binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas 1 Makassar disitia petugas lalu dimusnahkan.

Barang-barang tersebut antara lain 178 handphone berbagai merek, 18 pisau cutter, 17 headset, 2 gunting, 3 speaker, 2 set kartu joker, 9 kipas angin dan 125 cas berbagai merek.

"Pemusnahan itu merupakan kegiatan razia rutin dari periode Januari sampai Agustus 2020 dan banyak barang yang kami temukan," ungkap Kepala Rutan Klas 1 Makassar, Sulistiyadi usai memimpin upacara HUT ke-75 RI, Senin (17/08/2020).

Lanjut Sulistiyadi, barang-barang yang disita itu secara regulasi tidak boleh berada di dalam area Rutan, termasuk senjata tajam dan telepon genggam.

"Untuk komunikasi, kami siapkan Wartel Suspas, Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan. Jadi kalau mau komunikasi tidak perlu pakai HP sendiri tapi pakai Wartel Suspas," tambah Sulistiyadi.

Soal lolosnya masuk benda-benda pribadi milik WBP itu, Sulistiyadi mengaku pihaknya akan melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait keterlibatan petugas. Ia menegaskan jika ada keterlibatan petugas, pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepegawaian sebagaimana aturan yang berlaku.

"Selalu kita selidiki dan pendalaman, kalau ini berkaitan dengan pegawai tentu kita akan berikan sanksi administrasi kepegawaian," tegas Sulistiyadi.

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar menilai upaya razia dan pemusnahan benda terlarang di area Rutan patut diapresiasi. Namun demikian, ia tetap menyoroti prosedur keamanan yang selama ini diklaim ketat oleh Rutan Makassar.

"Secara aturan, napi itu tidak boleh bersentuhan dengan dunia luar. Oleh karena itu, pemeriksaannya harus ketat. Dan pemeriksaan ketat itu adalah tanggung jawab petugas dan pimpinan Rutan," pungkas Prof Aminuddin Ilmar.

Menurut Ilmar, ada dua kemungkinan sehingga benda-benda pribadi WBP itu bisa lolos masuk di area Rutan yakni indikasi pembiaran dari oknum petugas dan kelalaian aparat saat bertugas.

"Ada dua kemungkinan, apakah karena kesengajaan, ada kerjasama, ataukah karena lalai saja, misal capek atau apa. Percaya saja bahwa tidak mungkin di dalam makanan ada terdapat handphone. Nah kalau saya melihat hanya dua itu unsurnya," imbuhnya.

Namun demikian, menurut Prof Ilmar lolosnya benda-benda masuk ke Rutan kemungkinan bukan karena kelalaian melainkan ada indikasi perskongkolan antara WBP dengan petugas. Hal itu didasarkan pada jumlah barang yang disita.

"Disitulah kita berharap ada tanggung jawab dari petugas dan tanggung jawab dari pimpinan. Kalau satu dua, mungkin kelalaian tapi kalau sampai ada ratusan, itu bukan lagi kelalaian tapi kemungkinan kerjasama oleh petugas rutan," ungkap Prof Ilmar.

Prof Ilmar menyarankan, pimpinan Rutan Makassar sebaiknya melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja bawahannya untuk menghindarkan Rutan dari stigma negatif pulbik. Bahkan, ia mengusulkan ke Kanwil Kumham Sulsel agar melakukan rotasi pejabat dan petugas di UPT Pemasyarakatan.