WN China di Bali Diduga Terjangkit Corona di Shanghai

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Warga Negara China, Jin diduga positif
Covid-19 usai dari Bali. Sebelumnya, WN China itu berada di Indonesia pada 12-28
Januari 2020.
Jin sampai ke negaranya melalui penerbangan dari Bali ke
Shanghai pada 28 Januari. Dari informasi itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
kemudian menganalisa data pengiriman spesimen ke Laboratorium Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan dari Bali.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit dr. Achmad Yurianto mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti
informasi ini dengan mengonfirmasi maskapai Garuda. Informasi yang didapat ada
dua orang penumpang bernama Jin, anak-anak dan dewasa.
“Kita mencoba melihat perhimpunan waktu, kalau seandainya
tanggal 5 Februari (WN China) confirm positif Covid-19 artinya dia melewati
masa inkubasi. Kami melihat data dari China menjadi positif itu ternyata di
hari ke-10. Artinya kalau kita hitung mundur dari tanggal 5 mundur 10 hari itu
ketemunya sekitar tanggal 27 atau 28,” jelas dr Yuri, Kamis (13/2/2020) di
Natuna.
Lebih jauh, dr Yuri menjelaskan, 27 Januari WN China
tersebut ada di Indonesia. Pihaknya mencoba melakukan kajian analisis data di
Bali melalui spesimen. Hingga 27 Januari ada 14 spesimen pemeriksaan virus dari
Bali dimana 14 spesimen itu dari 2 orang WNI dan 12 orang bukan WNI dan semua
hasilnya negatif.
Dilansir CELEBESMEDIA.ID dari laman resmi Kemenkes, tak
hanya itu, Kemenkes juga melakukan pelacakan melalui data Sentinel Influenza
Like Illness (ILI). Ternyata pada periode itu, lanjut dr Yuri, tidak ada
perubahan angka, tidak ada fluktuasi yang lebih tinggi.
Bahkan berdasarkan survei Pneumoni Berat angkanya pun tidak
berubah. Sehingga pada 27 Januari dapat disimpulkan tidak ada kemungkinan WN
China terinfeksi Covid-19 di Bali.
“Ternyata aktivitas yang patut diduga setelah dia (WN China)
turun dari bandara naik kendaraan umum, berjalan ke sana ke mari, dan jika
dihadapkan pada Sentinel ILI sangat mungkin terjadi penularan Covid-19 di sana,”
kata dr Yuri.
Kemenkes juga sedang melacak ke imigrasi, sepanjang WN China
ada di Indonesia dari 12-28 Januari pergi kemana saja. Bahkan jika identitasnya
sudah jelas diketahui akan mencoba dilacak ke hotel mana yang ia singgahi.
“Tetapi bagi kita sebenarnya bukan berbicara tentang WN
China ini, tetapi bagaimana kita melakukan proteksi yang kuat, deteksi yang
cermat di Bali. Karena WN China sudah ada di negaranya kita berdoa
mudah-mudahan cepat sembuh. Nanti yang di Bali ini lah yang harus perlu kita
pantau betul, jangan sampai menjadi sebuah hotspot (Covid-19),” tutup dr Yuri.