DPRD Sulsel akan Libatkan Kemenkes Usut Dugaan Malapraktik di RS Wahidin

CELEBESMEDIA.ID, Makassar- DPRD Sulsel akan membawa kasus Dugaan malapraktik di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo yang menewaskan seorang bayi bernama Danendra ke pemerintah pusat.
Wakil ketua komisi E DPRD Sulsel Andre Prasetyo Tanta menegaskan dugaan malapraktik ini akan terus diusut dan juga akan melibatkan Kementerian Kesehatan.
"Masalah ini akan dibawa ke pusat melalui komisi IX DPRD RI serta kementerian kesehatan untuk bisa menindaklanjuti permasalahan lebih mendalam" ungkap Andre usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP), Jumat (12/8/2022).
Dalam RDP tersebut Andre menilai perlu adanya pembentukan tim investigasi yang independen untuk memastikan apakah betul penyuntikan tersebut merupakan kecerobohan dari RS Wahidin.
"Kemarin sudah dilakukan investigasi secara internal di RS Wahidin tetapi perlu juga dilakukan investigasi yang independen untuk mengetahui secara pasti apakah betul terjadi kesalahan atau tidak, di dalam insiden tersebut," tuturnya.
Senada dengan itu legislator dari partai PDIP, Risfayanti Muin mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) dari pihak RS Wahidin pasalnya dalam penyuntikan pasien tersebut yang dilakukan anak magang tidak adanya pendampingan dari petugas.
"Saya menganggap ada ketedoleran pada petugas yang jelas-jelas magang tapi dia melakukan penyuntikan pada bayi serta tidak melakukan pendampingan dari petugas rawat jaga, pada pasien tersebut," pungkasnya.
Risfayanti menyangkan kejadian tersebut sebab RS Wahidin termasuk dalam kelas A namun dianggap toledor dan menghilangkan nyawa seorang pasien.
"Penjelasan dari RS Wahidin tadi tidak ada iktikad baik kepada keluarga korban dengan membangun komunikasi yang baik," tandasnya.
Risfayanti menambahkan meninggalnya bayi bernama Danendra Atharprazaka Nirwan akibat salah dalam menyuntikkan obat kepada korban ajan segera diusut ke pusat agar kejadian tersebut menjadi terang menderang.
"Saya kira masalah ini harus kita kawal sampai ke kementerian aspirasi ini sehingga dengan adanya peristiwa tersebut tidak ada lagi yang terjadi pada seluruh bangsa kita," tutupnya.
Laporan: Ardi Jaho.