Kabid Humas Pemkab Selayar Jadi Pemateri dalam Sosialisasi KIM

CELEBESMEDIA.ID, Selayar - Desa Bontosunggu, Kecamatan
Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar melaksanakan Sosialisasi dan Pembentukan
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Senin (31/7/2023).
Sosialisasi tersebut digelar di Aula PKK Bontosunggu dengan
menghadirkan pemateri dari Dinas Kominfo-SP Selayar, hadir juga dalam acara
anggota BPD Bontosunggu, para kepala Dusun, Tokoh Pemuda dan Pemudi serta
jajaran perangkat desa Bontoharu.
Acara sosialisasi dan pembentukan KIM secara resmi dibuka oleh Pejabat Sementara
(Pjs) Kepala Desa Bontosunggu Andi Patmahwati, SE.
Dalam sambutannya mengatakan tujuan sosialisasi dan
pembentukan KIM sendiri adalah sebagai tindak lanjut pasca dicanangkannya Desa
Bontosunggu sebagai Desa Digital.
"Kami butuh perpanjangan tangan yang ada ditingkat
dusun untuk mencari dan menyampaikan informasi,"ucapnya.
Patmahwati berharap dengan adanya KIM, informasi yang ada
ditingkat dusun bisa tertampung, bisa diolah dan juga bisa berfungsi untuk
perencanaan di desa bisa lebih baik lagi kedepannya.
Mewakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan
Persandian, Kabid Humas Informasi dan Komunikasi Publik Andi Sandra Esty
Abriany, SE.,MM dalam materinya menyampaikan bahwa KIM sendiri dibentuk dengan maksud untuk
meningkatkan pengetahuan, serta mendorong berkembangnya motivasi masyarakat
dalam berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“KIM itu sendiri dibentuk dari oleh dan untuk masyarakat
yang bertujuan sebagai wahana masyarakat untuk memperoleh dan menyalurkan
informasi dengan sumber informasi yang terpercaya, aktual dan faktual bagi
masyarakat,” ungkap Andi Esty.
Disamping itu Andi Esty juga menjelaskan bahwa sekaitan
dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap
informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna
informasi, kecuali informasi publik yang dikecualikan.
Sementara itu Iswar Pejabat Fungsional Bidang Humas
Diskomimfo-SP dalam paparan materinya lebih menjelaskan secara teknis bagaimana
cara mengelola daripada KIM itu sendiri, mulai dari pembentukan organisasi, prinsip
kerja sampai kepada bagaimana agar supaya KIM itu menjadi berkualitas dan profesional.