Bosowa Peduli Lampaui Target Penerima Kacamata di Baksos Maros

CELEBESMEDIA.ID, Maros - Bakti sosial Bosowa Peduli bersama
organisasi nirlaba Onesight yang membagi bagikan kacamata untuk pelajar se-
Maros dan warga setempat beberapa waktu lalu mendapat respon positif.
Meski awalnya menargetkan hanya akan membagikan 1.000
kacamata secara gratis, rupanya Bosowa Peduli membagikan kacamata sebanyak
1.469 buah (tingkat kebutuhan 90%) dari sekitar 1.600 pasien yang hadir.
Ini menunjukkan hampir semua peserta yang diundang memang
memiliki permasalahan dengan penglihatannya. Hal ini disampaikan Koordinator
Pelaksana kegiatan, Mukhsin Alwy, Senin (28/10/2019) setelah mendapatkan hasil
rekapan data dari pihak Onesight.
Berdasarkan informasi tersebut, Bosowa Peduli memberikan
bantuan kacamata langsung di lokasi acara sebanyak 1.469, masing-masing
memperoleh dua kacamata termasuk kacamata hitam, untuk melindungi mata dari
sinar ultraviolet.
“Pada baksos ini kami melakukan pemeriksaan mata dan
memberikan kacamata langsung bagi mereka yang mengalami kelainan refraksi serta
kacamata hitam untuk perlindungan sinar UV,” ujarnya dalam rilis yang diterima
redaksi CELEBESMEDIA.ID.
Seperti diketahui, Bosowa Peduli, Onesight dan Perdami
Sulsel melakukan baksos kolaborasi selama lima hari yang diselenggarakan di
Kabupaten Maros, Senin – Jumat (21 – 25/10/2019) lalu. Baksos ini melibatkan 25
relawan asing dan setidaknya 15 dokter Ahli Mata Sulsel.
Serta sebanyak 30 relawan dari Bosowa Peduli yang terdiri
atas karyawan Bosowa dan mahasiswa Universitas Bosowa.
Manager Klinik Onesight , Jennifer Harnett, mengatakan
selain menemukan pasien yang butuh kacamata, pada baksos ini juga ditemukan
sebanyak 150 pasien yang perlu perawatan lanjutan oleh ophtamologist lokal.
Temuan ini oleh dokter Perdami Sulsel, telah diberikan
rujukan untuk pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit. Jennifer mengungkapkan rasa
terima kasihnya kepada semua pihak yang telah turut menyukseskan kegiatan ini.
“Kami merasa sangat beruntung bisa bekerjasama dengan Bosowa
Peduli dan memiliki partner dari tim lokal, khususnya Perdami yang menyediakan
refractionist, residen Ophtamology dan Ophtamologist (Dokter Ahli Mata) untuk
kegiatan ini. Saya harap proyek ini akan berdampak positif bagi semua yang
terlibat dan kami berterima kasih kepada masyarakat Maros dan Bapak Bupati
Maros untuk sambutannya selama kami berada di sini” ungkapnya.
Koordinator tim dokter Perdami Sulsel, dr Ahmad Ashraf, Sp.M
(K) mengkonfirmasi bahwa memang ada beberapa kasus mata selain kelainan
refraksi saja yang ditemukan dalam baksos ini. Beberapa kasus mata tersebut
perlu mendapatkan tindakan lebih lanjut dari dokter ahli mata.
“Tim kami telah memberikan rekomendasi bagi pasien tersebut
untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit,” ujar dr. Ashraf.
Pihaknya senang dapat terlibat di kegiatan ini, dan banyak
pengalaman baru yang didapatkan bekerja bersama Bosowa Peduli dan relawan asing
dari Onesight.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari Essilor
Vision Foundation yang menyumbangkan semua kacamata, serta sponsor dari Bank
Bukopin, Bosowa Semen Bosowa Berlian Motor, Gowa Kencana Motor, Grab Indonesia,
dan Ethica Partner.
Sementara itu, salah seorang relawan dari Onesight, Kristin
Reed, O.D, yang merupakan seorang ahli di bidang optometri dari Amerika Serikat
mengaku beruntung bisa memiliki partner dari tim lokal seperti Bosowa Peduli
dan Perdami Sulsel yang telah menyediakan Refractionist, residen Ophtamology
dan Ophtamologist untuk kegiatan ini.
“Saya harap proyek ini akan berdampak positif bagi semua
yang terlibat dan kami berterima kasih kepada masyarakat Maros untuk
sambutannya selama kami berada di sini,” ungkapnya saat acara farewell dinner
bersama Panitia Bosowa Peduli di Kediaman CEO Bosowa Foundation, Melinda Aksa,
Jumat (25/10/2019) lalu.