Wapres JK Paparkan 3 Poin Penting Suksesnya Jaminan Kesehatan Universal

CELEBESMEDIA.ID, New York - Sejak diluncurkan pada tahun
2014, skema jaminan kesehatan nasional menyediakan paket layanan kesehatan yang
luas. Mencakup pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi.
Hal ini menggambarkan bahwa Indonesia telah melangkah maju
dalam merancang dan menerapkan sistem Jaminan Kesehatan Universal. Karena
Jaminan kesehatan universal merupakan kebutuhan mendasar.
"Saya senang dapat sampaikan skema kesehatan ini,"
ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam pidato singkatnya pada pertemuan
High Level Meeting on Universal Health Coverage
yang bertajuk ‘Universal Health Coverage: Moving Together to Build a
Healthier Word’ di Trusteeship Chamber & Ecosoc Chamber, Markas Besar PBB,
Senin (23/9/2019).
Lebih jauh Wapres yang hadir didampingi oleh Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri
Kesehatan Nila Moeloek, menuturkan Jaminan Kesehatan didukung oleh 25.000
penyedia layanan kesehatan yang melindungi lebih dari 223 juta orang, dimana 96
juta menerima subsidi mencakup 83,9 persen dari total penduduk Indonesia.
"Ini merupakan skema single-payer terbesar di
dunia," terangnya.
Menurutnya, hingga tahun 2019, Pemerintah Indonesia
menargetkan semua pekerja termasuk pekerja wiraswasta akan mendaftarkan diri
pada skema ini.
Terlepas dari kemajuan tersebut, Wapres mengakui masih
terdapat tantangan yang cukup besar dalam menerapkan skema ini, termasuk dalam
hal kapasitas fiskal, kesiapan dari sisi penyedia dan sektor farmasi
"Berdasarkan pengalaman Indonesia, saya ingin sampaikan
tiga poin penting untuk memastikan suksesnya jaminan Kesehatan Universal,"
paparnya dalam rilis yang diterima redaksi CELEBESMEDIA.ID.
Pertama, kata Wapres, harus ada upaya bersama dari seluruh
pemangku kepentingan.
"Sinergi dan kemitraan yang erat antara pemerintah,
sektor swasta dan pemangku kepentingan yang terkait mutlak diperlukan,"
jelasnya.
Penyedia jaminan kesehatan swasta dapat membantu perluasan
serta rekrutmen peserta baru. Sementara itu, integrasi skema di tingkat lokal
ke dalam skema nasional juga dapat meningkatkan cakupan jaminan kesehatan.
Kedua, terang Wapres, kita perlu merangkul seluruh segmen
masyarakat untuk memastikan cakupan universal.
"Oleh karena itu, jaminan kesehatan juga harus mencakup
pekerja sektor informal dan mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap,"
paparnya.
Ketiga, lanjutnya, jaminan Kesehatan Universal harus
memprioritaskan langkah promotif dan pencegahan.
"Kita harus lebih berfokus pada upaya promosi dan
pencegahan," urainya lagi.
Hal ini akan mengurangi beban keuangan yang dihadapi skema jaminan kesehatan nasional.
"Akhir kata, saya berharap pertemuan ini dapat
menghasilkan rekomendasi yang pragmatis dan konkrit untuk mewujudkan Jaminan
Kesehatan Universal," tutup Wapres.